Namaku fatimah, Aku kini berumur 9 tahun. Sekolah Dasar, Sekolah Madrasah, dan bermain bersama teman-teman adalah kegiatan rutin aku setiap harinya. Kecuali hari minggu, hari libur sekolah yang aku manfaatkan dengan berkumpul bersama keluarga.
Tidak tahu kenapa hari ini teman-temanku yang bernama Ela, Lia, dan Aza tidak masuk sekolah madrasah, kebetulan mereka bersaudara jadi satu rumah. Aku berniat nanti sepulang dari sekolah madrasah aku ingin mengunjungi mereka.
“Elaaaa, Liaaaa, Azaaaaa.. maiin yuuukkk” aku berteriak memanggil nama mereka dari luar rumah.
Tak satupun dari mereka menyahut panggilanku, aku semakin penasaran apa yang sedang meraka lakukan didalam rumah, sehingga mereka tidak menyahut panggilanku, dan juga tidak bersekolah hari ini. Aku bergegas masuk kedalam rumah mereka yang kebetulan pintu rumahnya tidak ditutup. Ketika aku sampai di ruang TV aku melihat mereka menggunting-gunting sesuatu dan ternyata mereka sedang asyik membuat layang-layang.
“iihhh pantas saja kalian tidak menyahut, kalian sedang asyik toohh membuat layang-layang di sini” seruku pada Ela, Lia, dan Aza yang membuat mereka terkaget.
Mereka langsung berpaling ke arahku sambil tertawa malu
“hehehehe” “iya maaf, kita lagi serius nih bikin layang-layang” kata Ela padaku.
“Walaupun kalian ingin bermain layang-layang jangan sampai ga sekolah dong, nanti ketinggalan pelajaran loh!!” kata aku pada mereka yang masih asyik membuat layang-layang yang sudah hampir selesai.
“Iya deh maaf maaf, ga lagi-lagi deh, hehehe.” Kata mereka berbarengan.
Layang-layang mereka pun akhirnya selesai juga, dan sudah bisa di terbangkan. Mereka bermain layang-layang di atas gunung dedek. Aku hanya bisa melihat mereka bermain dan berusaha menaikkan layang-layangnya karena aku tidak punya layang-layang. Mereka hanya membuat tiga buah, dan itu hanya untuk mereka sendiri. Aku sebenarnya ingin bermain layang-layang tapi apa boleh buat, aku tidak bisa membuatnya.
Hari pun sudah mulai gelap. Mereka pun sudah menurunkan layang-layangnya, dan kami pulang kerumah masing-masing. Setelah sampai di rumah, aku langsung bertemu ibuku, dan merengek-rengek minta dibuatkan layang-layang.
“Ibuuu.. buatkan aku layang-layang, aku ingin main layang-layang sama Ela, Lia, dan Aza.” rengekanku pada ibuku.
“coba minta buatkan sama bapakmu, ibu tidak bisa nak” kata ibu padaku.
“baiklah” kataku. Dan aku langsung bergegas menemui bapak.
“Paaakkk.. Bapak buatkan aku layang-layang, aku ingin main sama Ela, Lia, dan Aza. Mereka tadi buat layang-layang bagus deh pak, terbangnya juga bagus, tadi aku ingin main, tapi mereka cuma buat tiga, jadinya aku hanya bisa melihat mereka bermain saja.” Rengekan aku pada bapak.
“ya udah nanti besok saja yah bapak buatkan, karena sekarang bapak capek sekali tadi habis kerja seharian.” Kata bapak sambil tersenyum melihatku.
“Asssiiiikkkkk.. besok aku punya layang-layang” teriakku sambil loncat-loncat kegirangan mendengar bapak ingin membuatkan aku layang-layang.
Bapak dan Ibu tertawa melihatku loncat-loncat kegirangan.
“Tapi inget yah nak, nanti kalau sudah bapak buatkan layang-layang kamu jangan malas sekolah, dan jangan lupa belajar!!” nasihat bapak untukku.
“Oke pak, siiiiippp deehh.. hehe“
Aku berlari menuju kamar, dan beristirahat karena ingin rasanya malam ini berlalu dengan cepat. Keesokan harinya bapakku benar-benar menepati janjinya yang semalam, ia membuatkan layang-layang untukku, dan akhirnya aku bisa bermain layang-layang..
“Terimakasih bapak...”
Ini ceritaku mana ceritamu???

mantap
BalasHapus:)
BalasHapus